Cerita Dewasa Terbaru Tiga Cewek Manja Bermemek Seret

21555 views
Agen Betting Terpercaya Obat Pembesar Penis
Obat Pembesar Penis Obat Pembesar Penis

Cerita Dewasa Terbaru Tiga Cewek Manja Bermemek Seret | Aku lahir 25 menit lebih awal dari adiku yang benama Jaki, sedangkan namaku Joko. Kadang-kadang orang sering salah panggil ini Joko apa Jaki karena wajah kami memang mirip sekali, jika tidak sering bertemu pasti orang akan sulit membedakan mana Joko, mama Jaki. Cerita ini berawal dari perkenalanku dengan seorang wanita karir yang entah bagaimana ceritanya wanita karir tersebut mengetahui nomor kantorku. O0oh iya,,,,, hampir lupa, 3 cewek yang jadi pemuas sex ku yaitu : Rina yang punya lesung pipit manis, Yani si mulus dan Lia yang memeknya seret banget.

Cerita Dewasa Terbaru Tiga Cewek Manja Bermemek Seret Cerita Dewasa Terbaru Tiga Cewek Manja Bermemek Seret Cerita Dewasa Terbaru Tiga Cewek Manja Bermemek Seret b5Cerita Dewasa Terbaru Tiga Cewek Manja Bermemek Seret | Hari itu disaat aku hendak makan siang tiba-tiba telepon berbunyi & ternyata operator memberitau aku kalau ada telepon dari seorang wanita yang engak mau menyebutkan namanya & setelah kau angkat.”Hallo, selamat siang Joko,” suara wanita yang sangat manja terdengar. “Helo juga, siapa ya ini?” tanyaku serius. “Namaku Rina,” kata wanita tersebut mengenalkan diri. “Maaf, Mbak Rina tahu nomor telepon kantor aku dari mana?” tanyaku menyelidiki. “Oya, aku temannya Yani & dari dia aku dapat nomor kamu,” jelasnya. “Ooo.. Yani,” kataku datar. Yani adalah seorang wanita karir yang juga ‘mewarnai’ kehidupan sex aku. “Gimana kabarnya Yani & dimana sekarang dia tinggal?” tanyaku. “Baik, sekarang dia tinggal di Surabaya, dia titip salam kangen sama kamu,” jelas Rina. Sekitar 10 menit, kami berdua mengobrol layaknya orang telah kenal lama. Suara Rina yang lembut & manja, membuat aku menerka-nerka bagaimana bentuk fisiknya dari wanita tersebut. Saat aku membayangkan bentuk fisiknya, Rina membuyarkan lamunanku.

Cerita Dewasa Terbaru Tiga Cewek Manja Bermemek Seret | “Hallo.. Joko, kamu masih disitu?” tanya Rina. “Iya.. Iya Mbak..” kataku gugup. “Hayo mikirin siapa, lagi mikirin Yani yaa?” tanyanya menggodaku.
“Nggak kok, malahan mikirin Mbak Rina tuh,” celetukku. “Masa sih.. Aku jadi GR deh” dengan nada yang sangat menggoda. “Joko, boleh nggak aku bertemu dengan kamu?” tanya Rina. “Boleh aja Mbak.. Bahkan aku senang bisa bertemu dengan kamu,” jawabanku semangat “Oke deh, kita ketemuan dimana nih?” tanyanya semangat. “Terserah Mbak deh, Joko sih ngikut aja?” jawabku pasrah. “Oke deh, nanti sore aku tunggu kamu di Mc. Donald plasa senayan,” katanya.
“Oke, sampai nanti joko.. Aku tunggu kamu jam 18.30,” sambil berkata demikian, aku pun langsung menutup teleponku. Aku segera meluncur ke kantin unt’k makan siang yang sempat tertunda itu. Sambil membayangkan kembali gimana wajah wanita yang barusan saja menelpon aku. Setelah aku selesai makan aku pun langsung segera balik ke kantor unt’k melakukan aktivitas selanjutnya.

Cerita Dewasa Terbaru Tiga Cewek Manja Bermemek Seret | Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 17.00, tiba saatnya aku pulang kantor & aku segera meluncur ke plasa senayan. Sebelumnya prepare dikantor, aku mandi & membersihkan diri setelah seharian aku bekerja. Unt’k perlengkapan mandi, aku sengaja membelinya dikantin karena aku nggak mau ketemu wanita dengan tanpak kotor & bau bahkan aku menjadi nggak pede dengan hal seperti itu. Tiba di Plasa Senayan, aku segera memarkirkan mobil kijangku dilantai dasar. Jam menunjukkan pukul 18.15. Aku segera menuju ke MC. Donald seperti yang dikatakan Rina. Aku segera mengambil tempat duduk disisi pagar jalan, sehingga aku bisa melihat orang lalu lalang diarea pertokaan tersebut.

Saat mataku melihat situasi sekelilingku, bola mataku berhenti pada seorang wanita setengan baya yang duduk sendirian. Menurut perkiraanku, wanita ini berumur sekitar 32 tahun. Wajahnya yang lumayan putih & juga cantik, membuat aku tertegun, nataku yang nakal, berusaha menjelajahi pema&gan yang indah dipan&g yang sangat menggiurkan apa lagi abgian depan yang sangat menonjol itu. Kakinya yang jenjang, ditambah dengan belahan pahanya yang putih & juga montok dibalik rok mininya, membuat aku semakin gemas. Dalam hatiku, wah betapa bahagianya diriku bila yang aku lihat itu adalah orang yang menghubungiku tadi siang & aku lebih bahagia lagi bila dapat merasakan tubuhnya yang indah itu.

Tiba-tiba wanita itu berdiri & menghampiri tempat dudukku. Dadaku berdetuk kencang ketika dia benar-benar mengambil tempat duduk semeja dengan aku. “Maaf apakah kamu Joko?” tanyanya sambil menatapku. “Iy.. Iyaa.. Kamu pasti Rina,” tanyaku balik sambil berdiri & mengulurkan tanganku. Jarinya yang lentik menyetuh tanganku unt’k bersalaman & darahku terasa mendesr ketika tangannya yang lembut & juga halus meremas tangaku dengan penuh perasaan. “Silahkan duduk Rina,” kataku sambil menarik satu kursi di depanku. “Terima kasih,” kata Rina sambil tersenyum. “Dari tadi kamu duduk disitu kok nggak langsung kesini aja sih?” tanyaku. “Aku tadi sempat ragu-ragu, apakah kamu memang Joko,” jelasnya. “Aku juga tadi berpikir, apakah wanita yang cantik itu adalah kamu?” kataku sambil tersenyum. Kami bercerita panjang lebar tentang apapun yang bisa diceritakan, ka&g-ka&g kami berdua saling bercanda, saling menggoda & sesekali bicara yang ‘menyerempet’ ke arah sex. Lesung pipinya yang dalam, menambah cantik saja wajahnya yang semakin matang. Dari pembicaraan tersebut, terungkaplah kalau Rina adalah seorang wanita yang se&g bertugas di Jakarta. Rina adalah seorang pengusaha & kebetulan selama 4 hari dinas di Jakarta. “Karin, kamu kenal Yani dimana?” tanyaku. Yani adalah teman chattingku di YM, aku & Yani sering online bersama. & kami terbuka satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga kisah rumah tangga, bahkan masalah sex sekalipun. Mulutnya yang mungil menjelaskan dengan penuh semangat.

“Emangnya Yani menikah kapan? Aku kok nggak pernah diberitahu sih,” tanyaku penuh penasaran. “Dia menikah dua minggu yang lalu & aku nggak tahu kenapa dia nggak mau memberi tahu kamu sebelumnya,” Jawabnya penuh pengertian. “Ooo, begitu..” kataku sambil manggut-manggut. “Ini adalah hari pertamaku di Jakarta & aku berencana menginap 4 hari, sampai urusan kantorku selesai,” jelasnya tanpa aku tanya. “Sebenarnya tadi Yani juga mau dateng tapi berhubung ada acara keluarga jadi kemungkinan dia akan datang besok harinya dia bisa dateng,” jelasnya kembali. “Memangnya Mbak Rina menginap dimana nih?” tanyaku penasaran. “Kebetulan sama kantor telah dipesankan kamar buat aku di hotel H..”jelasnya. “Mmm, emangnya Mbak sama siapa sih?” tanyaku menyelidik. “Ya sendirilah, Joko.. Makanya saat itu aku tanya Yani,” katanya “Tanya apa?” tanyaku mengejar. “Apakah punya teman yang bisa menemaniku selama aku di Jakarta,” katanya. “& dari situlah aku tahu nomor telepon kamu,” lanjutnya. Tanpa terasa waktu telah menunjukan pukul 10.25 wib, & aku lihat sekelilingku pertokoan mulai sepi karena memang telah mulai larut malam. & toko pun telah mulai tutup. “Jok.. Kamu mau anter aku balik ke hotel nggak?” tanyanya. “Boleh, masa iya sih aku tega sih biarin kamu balik ke hotel sendirian,” kataku. Setelah obrolan singkat, kami segera menuju parkiran mobil & segera meluncur ke hotel H.. Yang tidak jauh dari pusat pertokoan Plasa Senayan. Aku & Rina bergegas menuju lift unt’k naik ke lantai 5, & sesampainya di depan kamarnya, Rina menawarkan aku unt’k masuk sejenak. Bau parfum yang mengun&g syaraf kelaki-lakianku serasa berontak ketika berjalan dibelakangnya.

Dan ketika aku hendak masuk ternyata ada dua orang wanita yang se&g asyik ngegosip & mereka pun tersenyum setelah aku masuk kekamarnya. Dalam batinku, aku tenyata dibohongi ternyata dia nggak sendiri. Rina pun memperkenalkan teman-temannya yang cantik & juga sex yang berba& tinggi & juga mempunyai payudara yang besar dia adalah Miranda(36b) sedangkan yang mempunyai ba& yang teramat sexy ini & juga berpayudara yang sama besarnya bernama Lia(36b). & mereka pun mempersilahkan aku duduk. Tanpa dikomando lagi mereka pun perlahan-lahan memulai membuka pakaian mereka satu persatu, aku hanya bisa melotot saja tak berkedip sekali pun, tak terasa adik kecilku pun segera bangun dari tidurnya & segera bangun & langsung mengeras seketika itu juga. Setelah mereka telanjang bulat terlihatlah peman&gan yang sangat indah sekali dengan payudara yang besar, Rina pun langsung menciumku dengan ganasnya aku sampai nggak bisa bernafas karena serangan yang sangat mendadak itu & aku mencoba menghentikannya.

Setelah itu dia pun memohon kepadaku agar aku memberikan kenikmatan yang pernah aku berikan sama Yani & kawan-kawan. Setelah itu Rina pun langsung menciumku dengan garangnya & aku pun nggak mau tinggal diam aku pun langsung membalas ciumannya dengan garang pula, lidah kamipun beraduan, aku mulai menghisap lidahnya biar dalam & juga sebaliknya. Sedangkan Miranda mengulum penisku ke dalam mulutnya, mengocok dimulutnya yang membuat sensasi yang tidak bisa aku ungkapkan tanpa sadar aku pun mendesah. “Aaahh enak Mir, terus Mir hisap terus, aahh..” Sedangkan Lia menghisap buah zakarku dengan lembutnya membuat aku semakin nggak tertahankan unt’k mengakhiri saja permaianan itu. Aku pun mulai menjilati vagina Rina dengan lembut & perlahan-lahan biar dia bisa merasakan permaianan yang aku buat. Rina pun menjerit keras sambil berdesis bertanda dia menikmati permainanku itu.

Mirandapun nggak mau kalah dia menghisap payudaranya Rina sedangkan Lia mencium bibir Rina agar tidak berteriak ataupun mendesis. Setelah beberapa lama aku menjilati vaginanya terasa ba&nya mulai menegang & dia pun mendesah. “Jok.. Akuu mauu keeluuarr.” Nggak beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak itu akupun langsung menghisapnya sampai bersih tanpa tersisa. Setelah itu aku pun langsung memasukkan penisku ke dalam vagina Rina, perlahan-lahan aku masukkan penisku & sekali hentakan langsung masuk semua ke dalam vaginanya yang telah basah itu. Aku pun langsung menggenjotnya dengan sangat perlahan-lahan sambil menikamati sodokan demi sodokan yang aku lakukan & Rina pun mulai mendesah nggak karuan. “Aaahh enak Jok, terus Jok, enak Jok, lebih dalam Jok aahh, sstt..” Membuat aku bertambah nafsu, goyanganku pun semakin aku percepat & dia mulai berkicau lagi. “Aaahh enak Jok, penis kamu enak banget Jok, aahh..”

Setelah beberapa lama aku mengocok, diapun mulai mengejang yang kedua kalinya akupun semakin mempercepat kocokanku & tak beberapa lama aku mengocoknya keluarlah cairan dengan sangat derasnya & terasa sekali mengalir disekitar penisku. Akupun segera mencabut penisku yang masih tegang itu. Miranda segera mengulum penisku yang masih banyak mengalir cairan Rina yang menempel pada penisku, sedangkan Lia menghisap vaginanya Rina yang masih keluar dalam vaginanya dengan penuh nafsunya. Miranda pun mulai mengambil posisi, dia diatas sedangkan aku dibawah. Dituntunnya penisku unt’k memasuki vaginanya Miranda & serentak langsung masuk. Bless.. Terasa sekali kehangatan didalam vaginanya Miranda. Dia pun mulai menaik turunkan pantatnya & disaat seperti itulah dia mulai mempercepat goyangannya yang membuat aku semakin nggak karuan menahan sensasi yang diberikan oleh Miranda.
Lia pun mulai menghisap payudara Miranda penuh gairah, sedangkan Rina mencium bibir Miranda dengan garangnya, Miranda mempercepat goyangannya yang membuat aku mendesah. “Aaahh enak Mir.. Terus Mir.. Goyang terus Mir.. Lebih dalam lagi Mir.. Aaahh sstt” & selang beberapa menit aku merasakan penisku mulai berdenyut, “Mir.. Aku.. ingiin keeluuaarr”

Seketika itu juga muncratlah air maniku didalam vaginanya, entah berapa kali munceratnya aku nggak tahu karena terlalu nikmatnya & diapun masih mengoyang semakin cepat. Seketika itu juga tubuhnya mulai menegang & terasa sekali vaginanya berdenyut & selang beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak sekali, aku pun langsung mengeluarkan penisku yang telah basah kuyup ditimpa cairan cinta. Mereka pun berebutan menjilati sisa-sia cairan yang masih ada dipenisku, Lia pun langsung menjilati vaginanya Miranda yang masih mengalir cairan yang masih menetes di vaginanya. Akupun melihat mereka seperti kelaparan yang se&g berebutan makanan, setelah selang beberapa lama aku mulai memeluk Lia & aku pun mulai mencium bibirnya & mulai turun ke lehernya yang jenjang menjadi sasaranku yang mulai menari-nari diatasnya. “Ooohh.. Joko.. Geelli..” desah Lia. Serangan bibirku semakin menjadi-jadi dilehernya, sehingga dia hanya bisa merem melek mengikuti jilatan lidahku.

Miranda & Rina mereka asyik berciuman & saling menjilat payudara mereka. Setelah aku puas dilehernya, aku mulai menurunkan tubuhnya sehingga bibirku sekarang berhadapan dengan 2 buah bukit kembarnya yang masih ketat & kencang. Aku pun mulai menjilati & sekali-kali aku gigit puntingnya dengan gigitan kecil yang membuat dia tambah terangsang lagi & dia medesah. “Aaahh enak sekali Jok.. Terus Jok hisap terus Jok enak Jok aahh sstt..” Lia pun membalasnya dengan mencium bibirku dengan nafsunya & setelah itu turun ke pusar & setelah itu dia mulai mengulum, mengocok, menjilat penisku didalam mulutnya. Setelah dia puas aku kembali menyerangnya langsung ke arah lubang vaginanya yang memerah & disekelilingi rambut-rambut yang begitu lebat. Aroma wangi dari lubang kewanitaannya, membuat tubuhku berdesis hebat. Tanpa menunggu lama lagi, lidahku langsung aku julurkan kepermukaan bibir vagina.

Tanganku bereaksi unt’k menyibak rambut yang tumbuh disekitar selangkangannya unt’k memudahkan aksiku menjilati vaginanya. “Ssstt.. Jok.. Nikmat sekali.. Ughh,” rintihnya. Tubuhnya menggelinjang, sesekali diangkat menghindari jilatan lidahku diujung clitorisnya. Gerak tubuh Lia yang Terkadangberputar-putar & naik turun, membuat lidahku semakin menghujam lebih dalam ke lubang vaginanya. “Joko.. Gila banget lidah kamu..” rintihnya “Terus.. Akung.. Jangan lepaskan..” pintanya. Paha Lia dibuka lebar sekali sehingga memudahkan lidahku unt’k menjilatnya. Lia menggigit bibir bawahnya seakan menahan rasa nikmat yang bergejola dihatinya. “Oohh.. Joko, aku nggak tahan.. Ugh..” rintihnya. “Joko cepet masukan penis kamu aku telah nggak tahan nih,” pintanya. Perlahan aku angkat kaki kanannya & aku baringkan ranjang yang empuk itu. Batang kemaluanku telah mulai mencari lubang kewanitaannya & sekali hentak.
“Bleest..” kepala penisku menggoyang vaginanya Lia. “Aowww.. Gila besar sekali Jok.. Punya kamu,” Lia merintih. Gerakan maju mundur pinggulku membuat tubuh Lia mengelinjang hebat &m sesekali memutar pinggulnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa dibatang kemaluanku. “Joko.. Jangan berhenti akung.. Oogghh,” pinta Lia. Lia terus menggoyangkan kepalanya kekanan & kekiri seirama dengan penisku yang menghujam dalam pada lubang kewanitaannya. Sesekali Lia membantu pinggulnya unt’k berputar-putar. “Joko.. Kamu.. Memang.. Jagoo.. Ooohh,” kepalannya bergerak ke kiri & ke kanan seperti orang triping.

Beberapa saat kemudian Lia seperti orang kesurupan & ingin memacu birahinya sekencang mungkin. Aku berusaha mempermainkan birahinya, disaat Lia semakin liar. Tempo yang semula tinggi dengan spontan aku kurangi sampai seperti gerakan lambat, sehingga centi demi centi batang kemaluanku terasa sekali mengoyang dinding vagina Lia. “Joko.. Terus.. Akung.. Jangan berhenti..” Lia meminta. Permainanku benar-benar memancing birahi Lia unt’k mencapai kepuasan birahinya. Sesaat kemudian, Lia benar-benar tidak bisa mengontrol birahinya. Tubuhnya bergerak hebat. “Joko.. Aakuu.. Kelluuaarr.. Aaakkhh.. Goyang akung,” rintih Lia. Gerakan penisku kubuat patah-patah, sehingga membuat birahi Lia semakin tak terkendali. “Jok.. Ooo.. Aaammpuunn,” rintihnya panjang. Bersamaan dengan rintihan tersebut, aku menekan penisku dengan dalam hingga mentok dilangit-langit vagina Lia. Aku merasakan semburan cairan membasahi seluruh penisku.

Lia yang telah mendapat kedua orgasmenya, sedangkan aku masih berusaha unt’k mencari kepuasan birahiku. Posisi Lia, sekarang menungging. Penisku yang masih tertancap pada lubang vaginanya langsung aku hujamkan kembali ke lubang vaginanya Lia. “Ooohh.. Joko.. Kamu.. Memang.. Ahli..” katanya sambil merintih. Kedua tanganku mencengkeram pinggul Lia & menekan tubuhnya supaya penisku bisa lebih menusuk ke dalam lubang vaginanya. “Lia.. Vagina kamu memang enak banget,” pujiku. “Kamu suka minum jamu yaa kok seret?” tanyaku. Lia hanya tersenyum & kembali memejamkan matanya menikmati tusukan penisku yang tiada hentinya. Batang kemaluanku terasa dipijiti oleh vagina Lia & hal tersebut menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. Permainan sexku diterima Lia karena ternyata wanita tersebut bisa mengimbangi permainan aku. Sampai akhirnya aku tidak bisa menahan kenikmatan yang mulai tadi telah mengoyak birahiku. “Lia.. Aku mau.. Keluar..”kataku mendesah. Aku juga akung.. Ooohh.. Nikmat terus.. Terus..” Lia merintih. “Joko.. Keluarin didalam.. Aku ingin rasakan semprotan.. Kamu..” pintanya. “Iya telah.. Ooogh.. Aaakhh..” rintihku. Gerekan maju mundur dibelakang tubuh Lia semakin kencang, semakin cepat & semakin liar. Kami berdua berusaha mencapai puncak bersama-sama. “Joko.. Aku.. Aku.. Ngaak kkuuaatt.. Aaakhh” rintih Lia. “Aku juga telah.. Ooogh.. Dahh,” aku merintih. “Crut.. Crut.. Crut..” spermaku muncrat membanjiri vaginanya Lia.

Karena begitu banyak spermaku yang keluar, beberapa tetes sampai keluar dicelah vagina Lia. Setelah beberapa saat kemudian Lia membalikkan tubuhnya & berhadapan dengan tubuhku. “Joko, ternyata Yani benar, kamu jago banget dalam urusan sex. Kamu memang luar biasa” kata Lia merintih. “Biasa aja kok Mbak, aku hanya melakukan sepenuh hatiku saja,” kataku merendah. “Kamu luar biasa..” Lia tidak meneruskan kata-katanya karena bibirnya yang mungil kembali menyerang bibirku yang masih termangu. Segera aku palingkan wajahku ke arah Rina & Miranda, ternyata mereka telah tertidur pulas mungkin karena telah terlalu lelah, & akupun tak kuasa menahan lelah & akhirnya akupun tertidur pulas. & setelah 4 jam aku tertidur aku pun terbangun karena ada sesuatu yang se&g mengulum batang kemaluanku & ternyata Miranda telah bangun & aku pun menikmatinya sambil menggigit bibir bawahku. & kuraih tubuhnya & kucium bibirnya penuh dengan gairah & akhirnya kami pun mengulang kembali sampai besok harinya. Dengan terpaksa aku menginap karena pertarunganku dengan mereka semakin seru aja.

Ketika pagi telah tiba akupun langsung ke kamar mandi di ikuti oleh mereka & akupun mandi bareng & permainan dimulai kembali didetik-detik ronde terakhir. Tanpa terasa kami berempat telah naik didalam bathup, kami mandi bersama. Guyuran air dipancurkan shower membuat tubuh mereka yang molek bersinar diterpa cahaya lampu yang dipancarkan ke seluruh ruangan tersebut. Dengan halus, mereka menuangkan sabun cair dari perlengkapan bag shop punya mereka. Aku mengosok keseluruh tubuh mereka satu persatu, sesekali jariku yang nakal memilih punting mereka. “Ughh.. Joko..” mereka merintih & bergerak saat aku permainkan puntignya yang memerah. Sebelum aku meinggalkan mereka, kami berempat berburu kenikmatan. & entah telah berapa kali mereka yang se&g membutuhkan kehangatan mendapatkan orgasme. Kami memburu kenikmatan berkali-kali, kami berempat memburu birahinya yang tidak kenyang. Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 08.00 wib, dimana aku harus berangkat kerja & pada jam seperti ini.
TAMAT

Incoming search terms:

  • terharu manja karna di ngentot memek
  • poto memek bidan cewek
  • cerita ngentot memek seret
  • cerita terbaru manja muda
  • cewek manja hisap kontol
  • memek seret abg jepang

Tags: #cerita dewasa #cerita mesum #cerita ml #cerita ngentot #cerita porno #cerita sex #daun muda #terbaru 2016

vimax
Agen Betting Terpercaya Obat Pembesar Penis
Obat Pembesar Penis Obat Pembesar Penis

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa Terbaru Tiga Cewek Manja Bermemek Seret"

Penulis: 
    author