Cerita Sex Terbaru Umi Pelacurku

42499 views
Agen Betting Terpercaya Obat Pembesar Penis
Obat Pembesar Penis Obat Pembesar Penis

Cerita Sex Terbaru Umi Pelacurku – Setelah selesai makan malam umi memanggilku. Ada apa ya umi memanggilku? Aku agak takut ketika teringat kejadian binal tadi siang dengan kakakku. Mudah-mudahan bukan karena itu.

“Bintang. Kamu itu kenapa? Kenapa ketika berada disini kamu males-malesan sekolah sayang”
“Engga papa mi. Mungkin karena bintang belum terbiasa disini.”
“Belum terbiasa gimana?”
“Ya kan di sini banyak uang beda sama ketika kita dikota mi. Budayanya, terus teknologi sih terutama. Disini kayak terbelakang gitu mi”
“Lalu apa hubungannya dengan belajar di sekolah tang?”
“Ya adalah umi. Kan kalo beda budaya kalo kata Pak Arsyid (guru sosiologiku) kita kena gegar budaya”
“Gegar budaya? Kamu lupa ingatan dong?”
“Itu gegar otak mi bukan gegar budaya”
“Hahaha. Lalu?”
“Emmmmm. Ya pokoknya gitu mi. Pokonya masih ngerasa beda aja sama kayak waktu di kota deh”
“Duh anakku sini umi peluk. Biar kamu makin semangat”
“Hah?” aku melongo.
“Iya sini kenapa malah ngelamun sih. Sini sayang”

Cerita Sex Terbaru Umi Pelacurku Cerita Sex Terbaru Umi Pelacurku Cerita Sex Terbaru Umi Pelacurku Japonesa peituda pelada 6

Cerita Sex Terbaru Umi Pelacurku – Ditariknya tanganku dan seluruh tubuhku kedalam pelukannya. Hangat layaknya pelukan seorang ibu ke anaknya. Namun aku tiba-tiba teringat dengan kejadian tempo hari. Terlintas ide gila didalam otakku. Dalam pelukkan erat umi aku tidak memeluk balik dirinya tapi menerima begitu saja pelukkan itu. Aku condongkan wajahku ke arah pipinya. Kuhembuskan nafasku kearah telinganya. Perlahan hingga agak kencang. Dan umi pun mulai mendesah perlahan. Tanganku mulai bergerak perlahan menuju bongkahan pantatnya yang tidak terlalu besar namun cukup seksi menurutku. Kuremas perlahan pantatnya yang di balut celana piyama tipis berwarna biru. Terasa celana dalamnya ditelapak tanganku. Tak ada penolakan dari umi. Hembusan nafasku kini berubah jadi jilatan jilatan dileher umi. “Emmmhhh.” Desahan umi yang awalnya perlahan kini mulai terdengar jelas. Penisku dibawah sudah mulai ereksi dan menekan tubuh umi, pasti terasa jelas di tubuh umi. Jilatan-jilatan kini berubah dengan hisapan hisapan perlahan di leher umi. Tapi…… Tiba-tiba aku didorong oleh umi.

“Kamu jahat bintang. Niat umi adalah menyemangati kamu supaya bisa semangat lagi untuk sekolah. Semangat lagi menemani umi disini. Tapi kenapa kamu malah….”
“Umi. Maafkan bintang umi. Maafkan aku umi. Tolomg maafkan bintang.” tanganku mencoba meraih tangan umiku.
“Kamu jahat bintang. Jangan sentuh tangan umi.” teriak umi sambil menangis dan lari ke kamarnya.
“Umi. Tunggu umi.” kataku mengejar umi. Dengan sedikit lari aku mengejar umi. Namun umi langsung membanting pintu kamar dan mengunci kamar tidur.
“Umi. Maafkan bintang mi. Bintang khilaf. Maafkan bintang umi.”
“Diam kamu bintang. Jangan ganggu umi.” jawabnya dengan sesenggukan.

Dengan gontai dan kecewa aku menuju kamarku. Ya aku kecewa kenapa aku harus berbuat sejauh itu dan kenapa umi tidak menolakku dari awal lalu apa maksutnya dengan ia bermarturbasi dengan berfantasi denganku. Ah. Banyak pertanyaan malam itu sehingga aku sulit tidur.

Esoknya aku bangun amat siang. Yah jam 10. Suasana desa yang sepi menyelimuti kamarku. Cuitan burung terdengar nyaring diluar sana. Aku menghela nafas. Aku teringat kejadian semalam. Di satu sisi aku merasa bersalah karena kejadian itu. Disisi yang lain aku sangat ingin menggumuli ibuku sendiri.

Haaaah. Aku lagi lagi menghela nafas panjang. Berfikir, mengenang masa lalu bahwa kami dulunya keluarga bahagia. Kami tidak termasuk orang yang kaya memang tapi masih lebih dari berkecukupan. Ayah sayang padaku begitu juga umi. Aku selalu dimanja. Masih teringat ketika aku dibelikan Playstation 2 karena aku selalu juara kelas. Aku selalu termotivasi dan di motivasi oleh ayahku. Sekarang? Hari ini saja aku bolos lagi. Memang sih banyak guru yang bilang aku ini menyia-nyiakan kepintaran yang aku punya. Ya mau gimana lagi aku sudah malas untuk berada disini sih. Yah sering berbuat onar dan isenh walaupun tidak sampai berkelahi juga. Lalu sering bolos juga. Haaaaahhhhh. Oiya ngomong-ngomong bolos si nindy juga udah bolos tiga hari ini semenjak kejadian tolilet itu. Dia kemana ya? Ah padahal aku kangen sama dia. Padahal dia berjilbab lebar seperti itu tapi binalnya luar biasa. Kenapa ya? Ah shit. Penisku jiadi makin berdiri gini. Kampret. Belum kemarin kakakku juga berlaku binal bahkan hingga kami berhubungan badan. Dalam seminggu ini aku mendapatkam service dari dua orang yang cantik. Apa aku begitu menggoda ya? Hahaha. Tawaku dalam hati.

Tok. Tok. Tok. Suara pintu kamarku diketuk.

“Bintang bangun. Sudah siang. Tolong dibuka. Umi bawakan kamu sarapan”

Hah? Umi? Dia sudah memaafkan aku? Yang benar saja. Aduh aku takut sekali. Ingin sekali aku membuka pintunya.
“Bintang. Umi tau kamu udah bangun. Tolong buka dulu. Sarapan dulu. Sudah siang ade”

“Iya mi sebentar”

Dengan segera aku bergerak ke pintu. Ku buka selot kunci pintu. Dan kubuka dengan segera.

Hmpppffttt. Dengan gerak cepat umi langsung memeluk dan mencium bibirku. Badanku terasa hangat dan segera kusadari bahwa umi sudah tak memakai pakaian sama sekali. Aku didorong oleh umi ku.

“Umi….”
“Sssstttt….. Jangan panggil aku umi bintang sayang. Panggil aku nadia sekarang. Jadikan aku pelacurmu hari ini”

Apa? Pikirku dalam hati. Kenapa lagi ini? Tiga hari yang lalu teman sebangkuku. Kemarin kakakku dan hari ini ibuku sendiri. Ada apa sih?

Dengan segera ibuku meloloskan celanaku sehingga langsung timbullah penisku yang masih terkulai lemah.

“Wah masih lemes aja udah lumayan. Gimana udah on” puji umi ku. “Aku bangunin ya sayang”

Pertama dikecup ujung penisku. Cuuuuppp. Bunyi bibirnya beradu dengan ujung penisku. Perlahan penisku bergerak.

“Waaaahh bergerak nih penis kamu tang. Nafsu ya? Masa sama ibu sendiri nafsu” godanya.

“Emh. Abis umi nafsuin banget sih”

“Ssssttt. Jangan umi lagi sayang. Nadia. Oh iya. Aku tau supaya kamu tambah nafsu lagi. Sebentar ya sayang.”

Hah? Apa maksut umi. Duh kok tanggung gini? Tiba tiba ninggalin aku gini sih. Nanti kalo ga jadi gimana? Kalo ga lanjut gimana ya? Aaaarrrhggghhhh. Kok bodoh sih aku? Tapi kenapa umi tiba tiba kaya gini ya? Duh kenapa ya.

“Halo sayaaaannnggg”

Ternyata umi dateng. Kali ini ada yang beda. Kali ini umi memakai hijab panjang. Hijabnya yang lebar berwarna ungu. Menutupi bagian payudaranya hingga ke arah pantatnya di bagian belakang dan vaginanya di bagian depan.

“Umi….” aku hanya menggumam shock.

Dia melangkah gontai ke arah ku. Dia duduk disampingku lalu mengecup pipiku pelan. Bibirnya bergerak menuju bibirku. Dan akhirnya bibir kami bertemu. Kami saling berpagutan. Tangan umi mulai bergerak menuju penisku. Perlahan namun pasti kocokannya mulai beraksi pada penisku. Uuuuuhhhh. Nikmat sekali rasanya. Kali ini tanganku yang mencoba bergerilya menjamah tubuhnya. Coba ku raih bongkahan payudaranya yang tidak terlalu besar itu tapi cukup sekel untuk dipegang. Uh puting pinknya. Sayang dalam posisi ini aku tak dapat melihat putingnya yang indah itu. Kuremas-remas kedua gunung kembarnya tersebut. Mmmhhhh. Umi menggumam dalam ciuman kami itu.

“Gimana sayang? Sudah puas ciumannya?”
“Belum sih mi”
“Sssstttt. Kamu ini dibilang panggil aku nadia sayang” dia kecup lagi bibirku. “Buka kaki kamu. Akan nadia kasih service yang luar biasa hari ini. Khusus buat kamu bintang sayang”

Kubuka kakiku. Umi malah bergerak menjauh. Entah apa yanh akan dilakukannya. Dan ouh ternyata dia menggunakan kakinya untuk mengocok penisku. Perlahan kaki kanannya menekan penisku. Bergerak naik turun kakinya. Sementara itu umi sendiri membuka lebar pahanya dan meraba vaginanya yang berwarna merah merekah. Sambil bersandar pada tembok tangannya pun bermain meremas payudaranya yang indah itu.

“Uuuuhhh. Naaaddd. Enak sekali”
“Tuh akhirnya kamu panggil aku nadia. Enak sayang? Aku ini ibu kamu loh”
“Iya enaaaakk. Ya emang kenapa? Uuuuhh. Abis salah sendiri nafsuiinnn” kataku sambil mendesah
“Emmmm. Jadi yang nakal aku atau kamu sayaaang?”
“Kamu. Sssshhhh. Kamu ibu yang jalang, nakal. Seperti pelacur”

Tiba tiba umi memberhentikan gerakannya. Umi marahkah? Kakiku ditarik oleh umi. Dia bergerak dengan cepat ke arahku. Dan menempelkan vaginanya di wajahku.

“Hisap anakku. Hisap memek ibumu yang tak berharga ini”

Dengan segera mulutku bergerak ke arah bibir vaginanya. Dengan rakus aku menghisap vaginanya.

“Duh gustiiiii. Enak sekali hisapanmu bintang. Oooohhhh. Aku ibu yang binal. Oooooohhh”

Ibuki makin menjadi jadi dalam meracau. Tapi racauan itu malah membuatku semakin bersemangat untuk menggarap vagina ibuku. Payudaranya pun tak luput dari serangan ganasku. Walaup terhalang oleh hijabnya masih terasa sekali putingnya yang menegang ditelapak tanganku.

“Ooooh. Sayang hisapanmu. Enak. Enak. Terus sayang. Terus. Ooohhh”

Ibuku makin menjadi jadi dalam meracau dan mendesah. Kini pinggulnya pun ikut bergoyang menikmati hisapan dari mulutku.

“Uooohhh. Terus yang cepat sayang. Aku. Nadia jalangmu ini hampir sampai sayang. Hampir. Ayo terus. Teruskan…”

Goyangan umi makin menjadi. Aku hampir tak bisa bernafas dibuatnya. Tapi gerakan lidahku pun bisa mengimbangin goyangannya. Begitu juga dengan hisapan-hisapan dari mulutku.

“Aaaaaaahhhhh. Fuckedd. Aku sampai sayaaaaaannnnhgggghg. Eeeeeegggghhhh”

Cairan kenikmatannya menyemprot kuat menyembur ke wajahku. Putih kental. Sementara itu wajah umi mengahadap ke atas. Menikmati orgasme yang dia dapatkan saat itu juga. Dan ia terjatuh dikasur.

Dengan kakinya yang terbuka masih terlihat jelas bahwa vaginanya masih melelehkan vairan kenikmatannya. Uh pemandangan yqng sangat indah waktu itu. Tanpa ba bi bu lagi aku yang sudah bernafsu langsung berdiri dan menharahkan rudalku ke arah ibuku yang binal itu.

“Stop sayang. Biarkan aku istirahat dulu. Berhenti dulu”
“Enggak ada kata berhenti buatmu akhwat pelacur. Rasakan kenikmatan dari penisku.”

Dengan agak sedikit kasar aku menusuk lubang vaginanya. Ukh sempit sekali. Mungkin karena sudah 3 tahun umi hanya dimasuki oleh dildo-dildo itu jadi membuat vaginanya agak sedikit sempit.

“Pelhaaaaannn. Sakhiiitt. Punya kamu besar sayang.”

Aku kembali mencabut penisku. Kali ini umiku membuka agak lebih lebar kakinya. Dan penisku perlahan mencoba masuk kembali. Luar biasa rasanya. Meskipun baru kepala penislu yang masuk tapi cengkraman vaginanya sudah amat berasa.

“Aaaahh. Iya pelan bintang sayang. Terus begitu. Pelaaaan saja. Uuukhh” desahnya ketika vaginanya mulai akan diacak acak oleh rudalku ini. Sudah setengah bagian penisku yang masuk. Uuuukkkhh rasanya nikmat sekali. Bahkan lebih nikmat dibanding dengan nindy dan kakaku kemarin.

“Uuufftthhh. Penuh sayang. Memek nadia penuh. Besar dan panjang penis kamu sayang. Akkkhhh” umiku berteriak ketika dengan keras aku menghentak penisku masuk kedalam vaginanya “kamu jahat. Kamu kasar sekali padaku”

Masa bodo dengan apa yang umiku bilang. Dengan segera aku menggoyang pinggulku. Maju mundur. Pertama perlahan memang. Untuk memberikan rasa nyaman pada umiku. Aku melihat badannya yang ditutupi oleh hijab lebarnya. Ukh saaat itu sangat seksi umiku ini. Aku bagai menggenjot akhwat-akhwat berhijab lebar diluar sana.
Aku menyibak jilbab lebarnya. Ku remas remas kedua bongkahan payudaranya.

“Uuffth. Terus sayang. Fuck me harder. Oouuuggghh. Terus. Goyang ibumu yang layaknya pelacur ini”

Mendengar kata kata binal umi. Aku makin bersemangat. Aku makin menjadi dalam menggoyang tubuhnya. Kin jilbabnya sudah tak beraturan bentuknya. Ku hisap payudaranya. Putingnya, bibirnya. Leher putihnya pun tak luput dari terjanganku.

“Okkkhhh. Terus sayang. Terus. Terus. Hampir sampe sayang. Nadia hampir sampe. Ayo sayang.”

Kugenjot terus umi. Lehernya kuhisap. Payudaranya ku remas- remas. Semua usaha ku kerahkan agar umi bisa cepat menerima klimaksnya.

“Ayo nad. Ini aku genjot terus memek kamu. Ooohhhh” kataku sambil mendesah.

“Dikit lagi. Oh. Oh dikit lagi sayang. Oh. Nadia sayang bintang. Oh. Hhhh. Oh. Oh.” desahan umi makin menjadi. Pinggulnya sudah bergerak tak beraturan.

“Ooooooohhhhh. Umi sampai. Ooooh ibu jalangmu ini sampaiiii. Ooooooohhhhh” umi mengerang hebat. Kepalanya mendongak ke atas. Sepertinya dia sangat menikmati kepuasan yang aku berikan. Beberapa kali aku rasa vaginanya menyemburkan cairan kewanitaan. Yah. Tapi aku belum sampai.

“Tampaknya kalian sangat menikmatinya. Boleh gue ikutan?” kata seseorang mengagetkanku. Kulihat nindy ada di pintu. Masih lengkap dengan seragam SMAnya.

Incoming search terms:

  • Cerita seks umi
  • ibuku pelacurku
  • akhwat binal
  • ngentot akhwat
  • cerita ngentot akhwat
  • mamaku pelacurku
  • cerita sek memotivasi anak
  • cerita lucah umi
  • cerita akhwat mesum
  • cerita akhwat binal

Tags: #cerita dewasa #cerita mesum #cerita ml #cerita ngentot #Cerita Panas #cerita sedarah #cerita selingkuh #cerita sex

vimax
Agen Betting Terpercaya Obat Pembesar Penis
Obat Pembesar Penis Obat Pembesar Penis

Tinggalkan pesan "Cerita Sex Terbaru Umi Pelacurku"

Penulis: 
    author